TANAH DIJUAL

TANAH sebagai investasi jangka panjang memang dianggap prospektif. Apalagi dengan pembangunan infrastruktur yang kian marak, harga tanah yang nyaris tak pernah turun kian terkerek. Kenaikan harga tersebut bahkan bisa lebih tinggi apabila Anda membeli tanah di kawasan strategis. Tingginya kenaikan harga tanah dari waktu ke waktu membuat tidak semua orang bisa menjadikan instrument ini sebagai pilihan investasi. Karena itu untuk memiliki instrumen investasi yang satu ini, Anda mesti menyediakan puluhan hingga ratusan juta.

Investasi tanah memiliki banyak keuntungan dan menjadi instrument yang tepat untuk memenuhi berbagai tujuan finansial di masa depan. Perolehan keuntungan penjualan tanah investasi tersebut akan sangat menarik, mengingat kenaikan harga tanah yang tinggi tiap tahunnya.

KUNCI KETIKA MEMPERTIMBANGKAN LOKASI PROPERTI ADALAH PANDANGAN JANGKA MENENGAH HINGGA JANGKA PANJANG MENGENAI BAGAIMANA AREA TERSEBUT DIHARAPKAN BERKEMBANG SELAMA PERIODE INVESTASI

TANAH DI SLEMAN
TANAH DI KODYA
TANAH DI BANTUL
TANAH DI JAWA TENGAH

Dari berbagai jenis investasi yang ada sampai saat ini, bisa dibilang tanah termasuk kategori investasi yang nilai likuiditasnya rendah. Dalam artian, Anda bisa memperoleh dana cair secara cepat dari jenis investasi yang satu ini. Investasi tanah memiliki banyak keuntungan dan menjadi instrument yang tepat untuk memenuhi berbagai tujuan finansial di masa depan.

Rata-rata dalam setahun, kenaikan harga tanah bisa mencapai 20-25%. Artinya hanya dalam 4-5 tahun jika Anda berinvestasi instrument yang satu, harga investasi tanah Anda bisa mencapai 2 kali lipat dibandingkan pembelian awal. Jika mengharapkan tabungan semata, tujuan finansial tersebut akan sulit tercapai karena nilai tabungan cenderung tergerus inflasi atau kenaikan harga di pasar.

Memilih investasi tanah membuat Anda tidak direpotkan dengan berbagai biaya perawatannya. Biaya perawatan untuk investasi tanah sangat minim. Setidaknya, Anda hanya memerlukan pagar untuk membatasi tanah Anda dari tanah orang lain. Pagar tersebut juga berfungsi untuk memastikan tanah tersebut memiliki status kepemilikan.

Ketika Anda berinvestasi reksadana, saham, atau bahkan emas ada risiko kehilangan yang mesti Anda waspadai. Kehilangan di investasi reksadana atau saham lebih ke arah pengurangan nilai. Sementara itu, kehilangan untuk jenis investasi emas lebih ke arah hilangnya objek akibat pencurian, terselip ataupun situasi yang tidak diharapkan lainnya. Ini berbeda ketika Anda berinvestasi tanah. Keamanan nilai dan objek akan lebih terjamin. Bahkan jika terjadi bencana alam, instrumen investasi Anda tidak berubah selama Anda memiliki kelengkapan surat kepemilikan tanah tersebut.

Tanah yang belum dimanfaatkan bisa dikembangkan menjadi apa saja atau diubah menjadi properti komersial atau properti residensial. Tanah dapat memiliki beberapa kebutuhan khusus sebelum dapat dikembangkan. Meskipun kemungkinannya tidak terbatas, pertama-tama mungkin ada beberapa pertimbangan lingkungan yang harus dipertimbangkan terlebih dahulu sebelum pengembangan apa pun dapat dilanjutkan.

Berinvestasi di lahan untuk pembangunan bisa mahal dan mungkin disertai dengan risiko tertentu serta dapat mengubah penggunaan lahan menjadi kurang atau lebih menguntungkan. Banyak investor yang membeli tanah melakukannya dengan tujuan untuk mengembangkannya, seringkali untuk pengembangan real estat komersial atau residensial.

Berinvestasi di lahan mentah dapat menghasilkan arus kas masa depan yang signifikan yang mudah diprediksi setelah diamankan, tetapi mengembangkan lahan bisa sangat mahal dan tidak pasti. Risiko terkait pengembangan lahan dapat berasal dari perpajakan, pembatasan penggunaan peraturan, penyewaan dan penjualan properti dan bahkan bencana alam.

error: Nyuwunsewu, Content di protected !!
%d blogger menyukai ini: