INVESTASI PROPERTI

Salah satu jenis investasi jangka panjang yang masuk dalam kategori paling menguntungkan adalah investasi properti. Keuntungannya selalu terdengar menggiurkan terutama bagi para pemain baru. Properti merupakan salah satu bentuk investasi yang ideal, tentu Anda harus cermat sebelum membeli sebuah properti untuk investasi. Apakah Anda termasuk yang mulai tertarik untuk berinvestasi di sektor properti?

Istilah investasi tentu sudah tak asing lagi di telinga kita, karena hampir setiap hari kita diterpa pesan untuk berinvestasi, baik melalui iklan di media massa maupun konten media sosial. Tujuan investasi bermacam-macam, yang paling umum yaitu untuk mengamankan dan meningkatkan aset yang dimiliki. Namun pada intinya, investasi jenis apapun tujuan utamanya hanya satu, yaitu untuk memperoleh keuntungan.

Apa Itu Investasi Properti?
Investasi properti adalah penguasaan properti yang berupa tanah atau bangunan atau bagian dari suatu bangunan atau kedua-duanya oleh pemilik atau lessee/penyewa melalui sewa pembiayaan untuk menghasilkan rental atau kenaikan nilai atau kedua-duanya. Secara singkat investasi properti bisa diartikan sebagai kegiatan menempatkan dana dan kemampuan dalam periode waktu tertentu di sektor pengembangan properti. Dalam investasi ini, perkembangan lingkungan sekitar sangat mempengaruhi keuntungan di masa depan. Investasi di sektor ini sangat populer, banyak diminati dan cukup menjanjikan. Karena jumlah penduduk akan terus meningkat, dan ini akan dibarengi dengan peningkatan permintaan hunian dan lahan, sehingga harga properti cenderung terus meningkat. Jadi, investasi properti memang layak dijajal karena tak akan membuat Anda rugi. Namun harus disadari pula tantangannya juga ada.

JENIS INVESTASI PROPERTI :

  1. Investasi Lahan
    Investasi lahan erat kaitannya dengan kegiatan jual beli tanah kosong, maupun tanah yang sudah ada bangunan di atasnya, hingga tanah kavling yang sudah dilengkapi dengan berbagai prasarana seperti jaringan jalan, drainase dan lain-lain. Sama seperti investasi properti lainnya, investasi lahan memiliki capital gain yang tinggi bahkan bisa mencapai 20 hingga 25 persen. Namun tinggi atau rendahnya capital gain juga bergantung pada lokasi lahan.
  2. Investasi Hunian
    Investasi hunian identik dengan kegiatan jual beli rumah atau residensial yang berfungsi sebagai tempat tinggal. Lingkungan residensial biasanya sudah dilengkapi sarana dan prasarana lengkap. Investasi properti jenis hunian memiliki prospek yang sangat cerah mengingat lahan perumahan semakin terbatas. Selain itu, Anda juga bisa menyulap rumah menjadi guest house atau dijadikan rumah kontrakan untuk menambah pundi-pundi rupiah.
  3. Investasi Bangunan Perkantoran
    Banyak investor yang menginvestasikan dananya untuk bangunan perkantoran. Hal ini karena investasi bangunan perkantoran untungnya paling besar jika dibandingkan dengan tiga jenis investasi properti lainnya. Selain itu, lokasi bangunan yang pasti strategis dan di pusat bisnis menjadi alasan lain investor suka melirik jenis investasi ini. Namun ada juga kelemahannya, yaitu bangunan perkantoran cenderung sensitif terhadap laju ekonomi.
  4. Investasi Komersial
    Tak hanya hunian, properti yang banyak dicari adalah bangunan komersial atau tempat usaha. Adapun yang termasuk dalam kategori contohnya adalah pusat perbelanjaan, ruko, hotel, rumah sakit, dan lain-lain. Prospek investasi komersial tak kalah cerah, apalagi jika bangunan komersial berada di lokasi yang ramai. Investor di sini bisa mendapatkan keuntungan besar dari harga sewa bangunan.

Investasi properti memang tak akan rugi. Sebaliknya, investor akan untung karena harga properti jenis apapun akan terus meningkat. Namun tak ada salahnya mempersiapkan diri secara matang dengan menguasai cara aman investasi properti. Tentu saja Anda harus tahu tujuan saat memulai sesuatu, termasuk dalam memulai investasi properti. Anda harus bisa menentukan kapan tujuan investasi tercapai dan apa indikatornya jika Anda berhasil mencapai tujuan tersebut. Setelah menentukan tujuan, tentukan jenis investasi properti yang akan digeluti. Apakah Anda akan menggeluti investasi lahan, hunian, bangunan perkantoran atau komersial?

Di antara keempat jenis ini, pilih yang paling mendukung untuk mencapai tujuan Anda. Jenis properti juga akan menentukan jangka waktu investasi. Apabila Anda ingin investasi properti yang tak memakan waktu lama dalam hal transaksi jual beli, maka investasi hunian bisa menjadi pilihan. Jika sudah menentukan jenis dan jangka waktu, maka langkah selanjutnya adalah menyusun rencana pembelian dengan matang, yang bisa dimulai dengan menentukan strategi dan mengetahui kriteria properti.

Jika sudah berani investasi, Anda dianggap sudah memahami risiko yang mungkin terjadi. Dengan memahami risikonya, akan lebih mudah bagi Anda untuk menentukan bagaimana strategi investasi yang tepat. Salah satu tantangan dalam investasi properti adalah perlu kecermatan tinggi dalam memilih properti terbaik. Jangan sampai Anda terjebak bersama properti itu selamanya. Kendati demikian, besar atau tidaknya risiko tergantung pada toleransi Anda.

Tak dapat dipungkiri, investasi properti memerlukan modal yang cukup besar sehingga banyak orang menunda keinginannya untuk bermain investasi di sini, jangan ragu untuk terjun dari skala kecil terlebih dulu.

KELEBIHAN INVESTASI PROPERTI :

  1. Harga Properti Tak Pernah Turun
    Pernahkah Anda mendengar harga properti turun? Pasti tak pernah, kan? Harga properti bahkan semakin tinggi dari waktu ke waktu. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, ini terjadi karena kebutuhan penduduk akan hunian dan lahan terus meningkat.
  2. Inflasi Tak Begitu Berpengaruh
    Salah satu kelebihan investasi properti yaitu inflasi tak begitu berpengaruh terhadap harga properti. Hal ini terjadi karena laju kenaikan harga properti setiap tahun jauh lebih tinggi dibandingkan dengan laju inflasi itu sendiri sehingga inflasi tak begitu berpengaruh. Bisa Dijadikan Sumber Pendapatan Pasif. Selama menunggu kenaikan harga properti, Anda bisa menyewakan properti yang dimiliki. Dengan begitu, keuntungan pun bertambah karena Anda memperoleh penghasilan dari kepemilikan properti tersebut.
  3. Bisa Dijadikan Agunan atau Jaminan
    Jika sedang perlu modal usaha, status kepemilikan properti bisa dengan mudah membantu Anda memperoleh modal yang diperlukan. Pasalnya, sertifikat properti yang Anda miliki bisa dijadikan agunan atau jaminan saat Anda mengajukan pinjaman modal ke bank.

KEKURANGAN INVESTASI PROPERTI :

  1. Properti Bersifat Lokal
    Kisaran harga properti di setiap wilayah berbeda-beda, inilah sebabnya properti bersifat lokal. Oleh sebab itu, investor harus rajin mencari update kisaran harga dan juga harus cermat dalam memperhitungkan harga propertinya.
  2. Harus Mengeluarkan Bujet untuk Perawatan Properti
    Investasi properti erat kaitannya dengan kepemilikan benda secara fisik sehingga perlu dipelihara dan dirawat. Properti yang pemeliharaan dan perawatannya baik tentu kelihatan lebih menarik. Akibatnya, investor harus menanggung beban beban perawatan.
  3. Padat Modal dan Biaya Transaksi Tinggi
    Padat modal di sini artinya semakin besar modal yang ditanamkan semakin besar pula hasil yang didapatkan. Memang, perlu modal besar untuk memulai investasi ini. Investor juga harus menyiapkan biaya transaksi yang cukup tinggi, seperti biaya Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).
  4. Investasi Properti Tidak Likuid
    Membeli properti yang sesuai dengan keinginan memerlukan waktu lama, begitu juga dengan menjualnya. Perlu waktu berminggu-minggu hingga berbulan-bulan untuk melakukan transaksi jual beli properti, bahkan ada yang perlu waktu bertahun-tahun sehingga investasi ini sifatnya tidak likuid.
  5. Risiko Hancur Jika Terjadi Bencana
    Tak ada yang tahu kapan akan terjadi bencana alam seperti banjir, longsor, atau gempa bumi, dan ini bisa kapan saja merusak properti. Jadi, jika Anda memutuskan untuk berinvestasi di bidang properti, maka harus siap dengan risiko yang satu ini.

Jadi, pentingkah investasi properti? Jika Anda memiliki cukup budget dan ingin memiliki investasi yang cenderung aman, maka properti tentu bisa menjadi pilihan yang tepat. Jika tak ingin berinvestasi rumah atau apartemen, Anda tentu bisa memulai berinvestasi tanah kavling.

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: